Rabu, 30 September 2020

Welcome October!

Gak terasa ya sebentar lagi 2020 akan segera berakhir. Kita sekarang sudah berada di bulan kesepuluh. Banyak sekali harapan dan cita-cita yang mungkin belum tercapai. Tapi, semesta selalu baik untuk mengajarkan banyak hal. Selamat tinggal September, terima kasih untuk banyak surat cinta yang sudah kudapatkan. Oktober, please be nice, terutama untuk kedua orang ini. Mereka yang sudah memberikan banyak kasih dan sayang juga cinta untuk keluarga.

Begitu mulianya wanita, di telapak kaki mereka Allah titipkan surga. Kasih sayang berlimpah tak bertepi yang selalu menjadi saksi bahwa surga di bawah telapak kakinya memang tidak hanya kata-kata, tapi sungguh benar adanya.

Good morning October, please be nice to this to ladies. Each of them is special for me. Beautiful women in my life. Istriku tersayang, bulan ini adalah bulan lahirmu. Setelah keberhasilan menjadi ahli gizi untuk Zia, semoga banyak kebaikan yang akan engkau dapatkan di bulan ini. Selamat berjuang untuk tantangan berikutnya. Allah mudahkan ya cantik. Semoga Allah mudahkan untuk meraih cita-cita berikutnya. Insya Allah. Kak Rahmi, kakak kandung satu-satunya, one and the only yang hatinya baik lembut kayak agar-agar. Anak ketiga tapi kayak anak pertama. Baik sama semua orang. Selamat melanjutkan tahap pendidikan ke jenjang berikutnya kak. Semoga dimudahkan ya.

 Aku tidak ingin buru-buru mengatakan cinta, sebab bagiku bukti cinta adalah terus membantu dan mendoakan mereka berdua. Sebab hidup adalah proses untuk terus belajar. 

 Yaa Allah berikan pahala yang banyak kepada mereka berdua. Aku adalah saksi bahwa keduanya adalah wanita berhati baik dan mulia. Sehat-sehat duo cantiknya Pak Zet. 




Senin, 28 September 2020

11 Poin Penting dalam Ritme Diplomasi Ekonomi Indonesia

Diplomasi ekonomi sebagai proses formulasi dan negosiasi kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan produksi, pertukaran barang, jasa, tenaga kerja dan investasi di negara lain. Diplomasi ekonomi kini menjadi perhatian penting dunia dan juga Indonesia khususnya jika dihubungkan dengan politik luar negeri Indonesia1. Apalagi jika dihubungkan dengan visi misi Joko Widodo era 2015-2019, diplomasi ekonomi menjadi salah satu prioritas utama dalam kebijakan luar negeri Indonesia. Tujuan dari diplomasi ekonomi ini adalah untuk memperkuat kerja sama internasional dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Selain itu, diplomasi ini juga didesain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Salah satu komponen terpenting dalam diplomasi ekonomi adalah bidang perdagangan. Presiden juga sudah menekankan pentingnya kegiatan perdagangan untuk meningkatkan dan mendorong kegiatan ekspor. Berikut ada 11 poin penting dalam ritme diplomasi ekonomi yang dilakukan oleh Indonesia:

1.      Empat pilar diplomasi ekonomi indonesia. Pemerintah Indonesia melalui siaran pers Menlu tertanggal 29 Oktober 2014 menekankan setidaknya ada 4 pilar dalam diplomasi ekonomi Indonesia. Melakukan perluasan dan peningkatan akses pasar produk Indonesia dengan mendorong perubahan mindset para diplomat Indonesia, penguatan kapasitas dan sumber daya perwakilan RI di pasar nontradisional, mendorong investasi asing pada sektor prioritas Indonesia, dan pemanfaatan ASEAN Economic Community.

2.      Peningkatan kerja sama perdagangan, pariwisata, dan investasi. Aspek penting dari diplomasi ekonomi yang dijalankan Indonesia adalah meningkatkan kerja sama perdagangan, pariwisata, dan investasi (trade, tourism, and investment/ TTI). Dalam menjalankan kerja sama TTI, Pemerintah Indonesia secara garis besar telah memetakkan negara-negara mitra baik dalam pasar nontradisional maupun pasar tradisional. Pasar nontradisional merupakan negara potensial secara ekonomi dan prospektif sebagai tujuan pasar seperti negara di Kawasan Amerika Latin, Eropa Tengah dan Timur, Afrika, Asia Tengah dan Pasifik Selatan. Sedangkan pasar tradisional merupakan negara mitra seperti Amerika Serikat dan negara Eropa Barat.

3.      Indonesia belum memiliki blue print diplomasi ekonomi. Saat ini tren hubungan kerja sama ekonomi Selatan-Selatan dan antar negara-negara berkembang semakin meningkat khususnya sejak krisis ekonomi di AS dan Eropa Barat. Kaitannya dengan diplomasi ekonomi, Indonesia termasuk salah satu negara yang mencoba melakukan upaya untuk meningkatkan kerja sama ekonomi di pasar nontradisional. Namun, usaha tersebut belum membuahkan hasil yang optimal disebabkan belum adanya grand design diplomasi ekonomi dengan jelas. Sehingga pelaksanaan diplomasi ekonomi Indonesia belum jelas dan terukur.

4.      Fokus pada kepentingan ekonomi. Dalam menjalankan diplomasi ekonomi, Indonesia seharusnya bisa berfokus pada prioritas kepentingan ekonomi daripada kepentingan politik. Mengingat bahwa kepentingan ekonomi yang kuat mampu membiayai pertahanan dan keamanan yang kuat dan meningkatkan bargaining power dan relative power.

5.      Diplomasi ekonomi sesuai dengan tujuan kebijakan luar negeri. Penguatan diplomasi ekonomi setidaknya harus menentukan tiga arah dan tujuan kebijakan luar negeri. Penguatan diplomasi maritim dalam rangka menjaga kedaulatan Indonesia, peningkatan peran dan pengaruh Indonesia sebagai negara middle power di dunia internasional serta penguatan kepemimpinan di ASEAN.

6.      Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat baik. Indonesia merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara  dan urutan ketiga di Asia setelah Tiongkok dan India. Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar yang belum dikelola secara optimal. Indonesia memiliki banyak kekuatan ekonomi seperti sumber daya alam dan bonus demografi yang jika dikelola dengan baik dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di masa mendatang.

7.      Memiliki tiga klaster dalam hubungan dengan negara lain. Hubungan Indonesia dalam diplomasi ekonomi dengan negara sahabat dibagi menjadi tiga kategori. Strategis, hubungan memegang peranan kunci bagi pencapaian tujuan hubungan luar negeri. Kategori penting, hubungan memainkan peranan penting namun bukan kunci dalam pencapaian tujuan hubungan luar negeri. Serta kategori kemitraan yang berarti hubungan berperan minimal atau bahkan tidak ada sama sekali dalam pencapaian tujuan prioritas hubungan luar negeri.

8.      Peningkatan promosi perdagangan. Dalam mendorong kinerja ekonomi nasional, promosi perdagangan seperti melalui penyelenggaraan dan partisipasi dalam pameran dan misi dagang internasional merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung diplomasi ekonomi Indonesia.

9.      Menjaga hubungan baik dengan negara mitra. Ada 9 negara yang masuk dalam kategori pasar nontradisional Indonesia yakni Belgia, Prancis, India, Arab Saudi, Rusia, Spanyol, Thailand, Trinidad dan Tobago, serta Vietnam2.

10.   Meningkatkan kerja sama perdagangan dengan negara sahabat. Negara yang masuk dalam kategori mitra dagang besar bagi Indonesia dan merupakan pasar tradisional Indonesia di Asia ada 6 negara, Singapura, Malaysia, Filipina, Tiongkok dan Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan. Sementara di Eropa Barat ada 4 negara, Inggris Raya, Jerman, Belanda, dan Italia. Di Kawasan Amerika yakni Amerika Serikat dan Kawasan Oceania yakni negara Australia.

11.   Diplomasi ekonomi Indonesia fokus pada pemanfaatan aset dan konsolidasi. Diplomasi ekonomi Indonesia harus menjangkau tiga hal penting yang dapat digunakan sebagai senjata penting untuk membangun iklim kerja sama. Dimulai dari penggunaan pengaruh dan hubungan politik untuk mempromosikan atau mempengaruhi perdagangan dan investasi. Kedua, pemanfaatan aset ekonomi untuk meningkatkan biaya konflik dan memperkuat hubungan yang saling menguntungkan. Serta, konsolidasi iklim politik dan lingkungan internasional untuk mencapai kepentingan Indonesia3.

 Artikel ini juga dapat ditemukan di website Reviewnesia melalui link https://reviewnesia.com/diplomasi-ekonomi-indonesia/ 

Sumber Rujukan:

Sjahril Sabaruddin, Sulthon. (2016). Penguatan Diplomasi Ekonomi Indonesia Mendesain Clustering Tujuan Pasar Ekspor Indonesia: Pasar Tradisional vs Pasar Non-Tradisional. Bandung: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan.

Delanova. (2019). Analisis Kebijakan Diplomasi Ekonomi Indonesia Terhadap Pasar Non Tradisional: Tantangan Dan Peluang.

Killian, Erza. (2012). Paradigma dan Problematika  Diplomasi Ekonomi Indonesia. Jurnal Global dan Strategis Vol 6 No 2. Surabaya: FISIP Universitas Airlangga.

 

Jumat, 04 September 2020

Pengalaman Penerbangan Pertama Annada

Setelah LDR hampir 7 bulan lebih, akhirnya tertanggal 28 Agustus lalu Allah memberikan kesempatan kepada kami untuk bertemu kembali. Pertemuan ini terhitung mendadak karena sebenarnya Annada masih akan terus di rumah bersama kakek neneknya sampai Desember 2020. Aku awal berniat menjemput mereka sekalian dengan liburan natal dan tahun baru. Namun, karena alasan pekerjaan, aku kembali. Dalam hati sebenarnya aku berat mau membawa mereka ke Pontianak. Aku tahu betul bahwa Annada adalah obat lelah untuk kakek dan neneknya, Ibu dan Bapak mertuaku. Hanya dia yang bisa menjadi penyembuh sakit dan lelahnya kakek dan neneknya bekerja. Aku juga tidak sampai hati karena Annada adalah cucu pertama di keluarga istriku. Tapi, keadaan memang memaksa ia harus aku bawa ke Pontianak bersama Ibunya. Semoga Bapak dan Ibu mertua mengerti akan posisi kami saat ini. Dalam sholat selalu berdoá agar Allah limpahkan rizki yang berlimpah sehingga Annada bisa terbang dan ke sana ke mari saling kunjung dan menjadi penawar untuk semua. Aku jadi teringat sebuah tulisan yang pernah aku tuliskan dulu ketika masih kuliah.

"Hidup itu kosong, penuh lalu kembali kepada kekosongan. Tiada kekekalan yang abadi. Kadang menyudahi sesuatu yang tak ingin untuk disudahi. Kadang harus memulai sesuatu yang sebenarnya belum siap untuk dimulai. Begitu seterusnya, hidup. Sebab kita tak pernah setabah daun. Tumbuh menghidupi jatuh lalu menghilang". 

Dari sejak Annada lahir, memang Bapak Ibu mertua lah yang sudah sangat berjasa begitu besar membantu istriku mengasuhnya. Ketika sakit misalnya, Bapak akan segera mencari tempat yang sudah terkenal untuk bisa dijadikan rekomendasi Annada berobat. Annada brings a new colour at home, everyone is happy to meet with her especially grandma and grandfa. Sementara aku harus tetap fokus pada sejarah hidup yang sudah kupilih. Bekerja di Pontianak yang berlokasi cukup jauh dari tempat tinggal istri. Jika ditanya apakah sebenarnya tidak memilih untuk pindah kerja ke Aceh saja. Kami setuju untuk itu. Tapi kami belum menemukan masa yang tepat dan kerjaan yang sesuai yang bisa menjadikan kami tetap seperti sekarang. Kenapa di Pontianak? Karena di sini aku bersama istri bisa belajar mandiri. Mencoba untuk hidup tidak bergantung pada orang tua dan keluarga. Kami ingin selepas menikah dan memiliki anak tidak menjadi beban, tapi berniat meringankan. Andai kelak ada kesempatan dan peluang yang sama di tanah kelahiran, mungkin akan kami pertimbangkan.

Well long story short tiket sudah dipesan. Annada dan istri juga sudah selesai menjalani rapid test. Terharu dong, si kecil rapid test nya nggak pake drama nangis and so on. Kami sudah berkunjung ke keluarga dan memberitahukan perihal niat ingin kembali ke Pontianak bersama anak dan istri. Allah punya kejutan lain, setelah tiket dipesan lalu masuk pesan dari maskapai bahwa penerbangan dibatalkan. Ah, se-seru itu kehidupan kami. Ini adalah tanda bahwa masih banyak yang rindu sama Annada dan berharap ia stay lebih lama di sana. Bagi kami keluarga dengan ekonomi berkecukupan, maskapai L adalah maskapai murah tapi ternyata hati tidak setuju karena maskapai L bagasinya 0 kg. Terbang bareng bayi adalah kerempongan yang super seru dan membutuhkan banyak muatan bagasi. Jadi maspakai L bukan pilihan yang tepat. Akhirnya kami pilihan kami jatuh kepada maskapai S dengan rute penerbangan Medan Jakarta dan Jakarta Pontianak. You can imagine how was the flight karena dapat jadwal penerbangan dari Medan ke Jakarta jam 9 malam dengan membawa bayi. Lalu dari Jakarta ke Pontianak jam 5.30 pagi. Awalnya berat tapi setelah dipikir-pikir kami berdamai. Mengingat dari kampung halaman ke Medan juga kami menggunakan bus dengan jarak tempuh kurleb 11 jam. Jadi sebelum menunggu jadwal penerbangan jam 9 malam, kami masih ada waktu sekitar 8 jam untuk bisa mencari penginapan dan istirahat. Sebelum naik bus, aku sengaja menunggu di depan mobil, agak jauh dari Bapak dan Ibu. Aku tau, jika di sana keadaan akan melow dan bisa jadi aku yang akan duluan menitikkan air mata. Aku tau ekspresi wajah Bapak sudah berbeda. Bahkan sejak aku tiba di rumah, aku sudah bisa merasakan bahwa beliau akan sangat sedih jika cucu satu-satunya ini harus kubawa ke Pontianak. Tapi, lagi. Aku tidak pernah mau melihat isak tangis di sekelilingku. Sudah terlalu sering aku merasakan itu sejak sedari kecil dulu. Kata Ibuk, kita harus tegar dan tetap kuat. Bagaimana pun keadaan hidup.

Dalam perjalanan dari loket bus menuju penginapan kami dijemput oleh driver gocar yang sudah berusia 61 tahun. Beliau adalah pensiunan Dinas Keuangan Daerah di Medan. Dianugerahi keturunan 4 orang anak perempuan dan keempatnya adalah dokter. 2 dokter umum dan 2 lainnya adalah dokter gigi, katanya. Saat kutanya apa rahasia suksesnya, beliau menuturkan "Berilah anak istrimu hanya dengan uang hasil kerjamu dan itu halal. Sedekahkan 2,5 persen dari pendapatanmu untuk menghidupi orang yang membutuhkan uluran tangan. Dan yang pasti, jangan pernah gengsi kalau mau sukses." Kalau dipikir menyekolahkan anak sampai menjadi dokter mana mungkin kami mampu apalagi mereka jumlahnya ada 4 orang. Tapi jangan selalu memikirkan perhitungan manusia. Perhitungan Allah lebih ajaib dan luar biasa. Coba saja kamu buktikan sendiri. Aku kagum dengan Bapak ini. Ia sudah menitipkan nasihat yang begitu bijaksana untuk menjalani hidup.

Terbang dengan membawa bayi itu sebenarnya seru dan rempong. Belum pernah aku terbang dengan total 9 bagasi. Hanya terbang dengan Annada bagasi kami bisa in total 9 jumlah koper, ransel, dan tentengan yang lain. Masya Allah sekali bukan? Lucunya si Annada yang keliatan banget super excited mau naik pesawat. Padahal kami udah gelisah dan was-was. Doi ketawa senyam senyum gitu pas mulai masuk pelantaran gerbang bandara Kualanamu. Bukan hanya aku yang melihat dia girang. Bahkan, petugas check in dan masuk ruang tunggu aja disenyumin sama dia, meleleh. Hahaha

Sesaat sebelum boarding time, aku menyerahkan semua sama Allah. Karena aku tau ini adalah penerbangan pertamanya. Aku tahu Allah akan menjaga ia selama dalam penerbangan kami ke Pontianak. Saat panggilan boarding tiba, ia merengek dan menangis. Aku layu. Belum pernah aku selayu itu. Tapi aku rasa mungkin Annada sedikit mengalami nervous karena akan masuk ke dalam pesawat. Medan Jakarta tidak ada kesulitan berarti. Sepanjang penerbangan doi tidur dan sekali terbangun karena haus. Waktu menyusui telah tiba. "Yaa Allah yang maha kasih dan penyayang, terima kasih telah menjaga buah hati kami," aku terharu. Terharu karena melihat Annada yang sudah menyelesaikan satu penerbangannya dari Medan ke Jakarta. Terharu karena ia tidak menangis. Terharu karena ia baik budi. Terharu karena mengingat selama 7 bulan aku tinggal banyak sekali perjuangan dan tenaga istri Bapak dan Ibu mertuaku. Juga terharu karena aku yakin, Annada sudah mulai merindukan kakek dan neneknya. Aku mengatur nafas dan mencari ide untuk melakukan aktivitas. Aku tidak pernah mau kalah dengan suasana. Aku bersyukur Tuhan telah memberikan kami kesehatan dan keselamatan dalam fase penerbangan ini. Medan Jakarta usai, kami masuk ruang tunggu.

Banyak orang yang melihat ke arah kami. Mungkin mereka bertanya kenapa terbang malam-malam dengan membawa bayi. Aku menarik nafas panjang. Kami sudah berdamai dengan pilihan ini. Meski Annada harus kepanasan, setidaknya ia aman duduk berselimut di atas stolernya. Aku dan istri bersepakat untuk gantian menikmati waktu istirahat yang tidak lama di atas kursi di ruang tunggu bandara. Setelah menunggu 3 jam, penerbangan selanjutnya tiba. Jadwal waktu shubuh usai, kami masuk ruang tunggu. Tidak lama kemudian terdengar suara instruksi untuk naik ke pesawat. "Perhatian-perhatian, para penumpang pesawat udara Sriwi*tit dengan nomor penerbangan SJ 183 tujuan Pontianak, dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu nomor D4, terima kasih."

Kami masuk pesawat, Annada masih terlelap. Sejak pesawat take off sampai landing dengan sempurna di Supadio airport, dia masih terlelap. Ah, ketakutan yang selama ini kami pikirkan sirna begitu saja. Annada sudah di Pontianak. Ia akan berusaha beradaptasi dengan cuaca baru dan kehidupan baru. I just want to thanks God for sending us the beautiful Annada yang suka ngamuk, sometime she seperti misteri Ilahi dan menggemaskan. Tapi tak pernah habis kesyukuran karena Tuhan telah memberikan kami buah hati seperti Annada.

Aku juga ingin berterima kasih kepada semua orang yang sudah baik dalam hidup kami. Yang baiknya kadang suka bikin minder dengan segala yang lebih-lebih. Terutama Ibuk dan Bapak mertua yang sudah sedari Annada lahir menemani dan merawat Annada dengan penuh kasih sayang. Juga untuk istri tercinta yang sudah mengerahkan seluruh tenaga dan hidupnya untuk membesarkan dan mengasuh putri kecil kami.

We just live once, the best way to face everything is to be grateful with what we have now.

Sekarang, kami sudah bertiga. Sebuah kenikmatan yang tidak akan pernah habis untuk diceritakan baik senang dan susahnya. Tapi ini adalah keseruan yang tidak pernah selesai untuk disyukuri. 

Marzia Annada Maharami, we are proud karena kamu sudah menyelesaikan penerbangan pertamamu dan mengajarkan kami banyak hal, nak. Daddy and your mom just want to teach you how to survive. Kami ingin engkau tumbuh menjadi anak yang kuat nak, sehat dan tegar serta bisa pergi kemana pun kau suka. Jadilah duta buat Daddy and Mommy dan wakili kami untuk terbang melihat indahnya dunia, Nak. Setelah penerbangan pertamamu ini, semoga engkau semakin sering terbang dan pergi mengelilingi dunia. Sehat kuat dan tetap lincah ceria sayang kami. Daddy and mommy love you sayang.

*Jika ada dan boleh memberikan makna, perjalanan pertama bersama Annada adalah perjalanan ter-baper yang pernah ada. Melow to the mak. Ah, semesta selalu baik dan terus mengajarkan kami banyak hal. Fell so blessed for that.



Sabtu, 22 Agustus 2020

Tentang Hidup dan Perjalanan Menuju Pulang


  • Tidak perlu resah ketika keluarga dan sanak kerabat tidak mendapatkan ranking satu, tapi resahlah ketika mereka justru telat bangun untuk sholat shubuh. Sebab kelak yang ditanya pertama kali adalah tentang sholatnya, bukan berapa kali dia mendapatkan peringkat kelas.
  • Tidak perlu gelisah kalau anak tidak bergelar tinggi, tapi gelisahlah ketika anak tidak bisa mengaji. Karena kelak yang memberikan syafaat di hari kiamat adalah syafaat mengajinya, bukan karena panjangnya gelar di belakang namanya.
  • Sering kali Qurán ingin memeluk sambil berkata 'sayangilah dirimu dan kesehatan rohanimu. Cintailah akhiratmu melebihi bagaimana kau mencintai duniamu'.
  • Sesekali barang kali perlu kita memperhatikan ahli ibadah. Mereka lelah dan memangis tapi nikmat dan ketenangan hidupnya tidak pernah habis. Sementara coba perhatikan diri kita, berburu senang dalam dosa, mencari tawa dalam sia tapi justru pedih dan gelisah yang terasa.
  • Jangan berani meninggalkan sholat, kamu tahu? Banyak sekali kisah yang bercerita bahwa manusia ingin dan meminta dikembalikan ke dunia hanya untuk bisa memperbaiki sholatnya. 
  • Hari ini dunia adalah nyata dan akhirat adalah cerita. Tapi nanti setelah kematian tiba, akhirat adalah nyata dan dunia adalah cerita. 
  • Tidak perlu takut kalau anak tidak jago debat, tapi takutlah kalau anak tidak berani bersedekah. Sebab kelak yang akan mengalir terus pahalanya adalah sedekah sebagai amal jariyah, bukan karena jago debat di depan banyak manusia.
  • Kelak kita akan menyesal bukan karena kita tidak sukses, tapi kita akan menyesal mengapa kita tidak bisa menjadi anak yang sholeh sebagai penyambung kebaikan orang tua kita.
  • Ketika kau terpikir untuk menyerah dalam perjuangan menuju jalan pulangmu, ingatlah lagi, tidakkah nanti di akhirat kau ingin duduk manis di taman surga? Dunia ini terlalu menipu untuk dikejar mati-matian.
  • Kenapa untuk dunia yang main-main kita serius, sedang untuk akhirat yang serius kita main-main?
  • Kata orang yang dewasa ingin terlihat muda, yang muda justru ingin terlihat dewasa. Yang sibuk ingin santai, sementara yang santai ingin sibuk. Seringkali apa yang didapat dirasa tidak genap sampai bertemu kata cukup. Tapi untuk kehidupan dunia tidak akan pernah ada kata cukup. Berkali-kali kita lelah dibuatnya. Nafsu, ego, karir, dan cinta dunia semua membakar emosi kita sejadi-jadinya. Hingga kita terengah-engah untuk mengikuti apa sebenarnya yang diperintahkan Allah Tuhan sang pencinta.
  • Jikalau kita letih karena kebaikan, maka keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan kekal. Namun jika kita bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan kekal.
  • Selamat memilih sejarah untuk kehidupan berikutnya. 

Selasa, 23 Juni 2020

Tentang Proses Bertumbuh


Membuka tulisan ini, aku cuma mau ngingetin bahwa yang tertulis dan teman-teman baca adalah perspektif bukan kebenaran. Tapi, menurutku ini penting untuk disampaikan karena akan berpengaruh terhadap proses bertumbuh seseorang. Karena kalau tidak, masyarakat kita akan tetap menjadi raja yang sok super asyik pintar berkomentar tanpa memperhatikan kenapa mereka harus berkomentar. Apalagi dengan semakin maraknya penggunaan sosial media yang menjadikan manusia seolah-olah adalah Tuhan untuk bisa menghakimi orang lain, kualitas hidup orang lain, dan segala sesuatu yang terjadi pada orang lain. Kalau sudah demikian, kapan mau melihat dan introspeksi kualitas diri?
Jadi begini, ketika seseorang terlahir ke dunia, ia tidak pernah bisa memilih akan terlahir di keluarga yang kaya, miskin, berpendidikan, atau justru lahir di keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi. Proses lahir ya lahir, tidak bisa request dulu sama Tuhan minta dilahirkan di tengah keluarga yang mewah dengan hamparan red carpet and so on. Ketika lahir, seseorang juga tidak bisa memilih apakah ia akan diterima dengan baik oleh keluarganya atau tidak. Termasuk apakah ia akan tumbuh di tengah keluarga yang harmonis, broken home, atau keluarga yang sering perang mulut penuh dengan tekanan dan kekerasan.
Entah dibesarkan dengan kasih sayang atau dengan hal-hal yang kurang menyenangkan, seseorang pasti merasa ada yang salah dengan dirinya. Misal, kenapa orang tuanya sering bertengkar, kenapa dia merasakan kekurangan perhatian dan kasih sayang, kenapa ia menemui takdir sebagai anak broken home, dan lain-lain. Pasca itu semua, seseorang akan tumbuh dengan karakter bagaimana ia dibesarkan oleh keluarganya. Mengapa kita sering melihat anak-anak yang brontak dan keras kepala? Karena itu bisa jadi berasal dari mental dan jiwanya yang cedera sebab dibesarkan di tengah keluarga yang tidak harmonis. Mengapa anak perempuan lalu menampilkan gaya hidup bebas, pacaran, bahkan sampai melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan? Karena itu pelarian. Ia butuh pengakuan bahwa ternyata ada orang yang menyayangi mereka, menerima mereka, hingga mereka mau memberikan apapun yang orang lain minta.
Belum lagi kalau misalnya si anak adalah seorang yang introvert, pemalu, atau memiliki mental yang tidak sehat. Masyarakat sekitar pasti bakal dengan mudah ngejudge kenapa begini kenapa begitu. Padahal itu adalah karakter lazim yang dimiliki oleh manusia. Ada yang pemalu, tidak suka keramaian, tapi sama orang tuanya dipaksa untuk menerima keramaian. Tidak bisa. Ada yang suka keramaian, suka ngobrol tapi sama orang tuanya dipaksa untuk diam. Bakal tidak bisa. That’s why agama memerintahkan manusia itu untuk membaca, iqra’. Agar kita tidak dengan mudah menjatuhkan vonis terhadap kualitas hidup orang lain yang hanya kita lihat secara kasat mata.
Apalagi misal seseorang yang memiliki kelainan, bipolar misalnya aniexiety disorder misalnya atau gangguan kecemasan. Masyarakat mana mau tau hal-hal yang demikian, benar bukan? Bisanya adalah menjatuhkan vonis, seolah hukum netizen adalah yang paling benar. Melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan kebiasaan di masyarakat, pasti akan menjadi bahan omongan. Padahal, seharusnya dicari tau kenapa seseorang demikian, kenapa begini, kenapa begitu. Kenapa seseorang memiliki panik berlebih atau gampang panikan, kenapa seseorang menutup diri, kenapa seseorang A B C D sampa Z. The best thing adalah learn kenapa mereka demikian, jangan langsung menjatuhkan sanksi sosial. Karena kalau hanya mengikuti pikiran, pikiran hanya menginginkan hal-hal yang bahagia. Padahal hidup itu ada dua sisi, tidak mungkin selalu bahagia. Sedih juga adalah bagian hal yang dirasakan manusia.
Bagi sebagian orang, mungkin mengalami kesedihan karena ditinggal orang tercinta, terpisah, atau bahkan memisahkan diri secara paksa adalah satu rentetan proses menuju naik kelas. Tapi, tentu dengan konsekuensi yang harus diterima. Tapi, bisa jadi semua proses kesedihan bukan proses untuk bertumbuh, akan tetapi proses untuk turun kelas. Sejenak merenung mengapa hal-hal buruk bisa terjadi dalam hidup lalu memulai hidup untuk lebih menurunkan ego dan lebih menerima kenyataan. Sering kali yang terjadi dalam hidup bukan diri kita yang tidak menerima yang terjadi, tetapi ego kita. Perlu menjadi perhatian, bahwa tidak semua masalah hidup itu diselesaikan dengan curhat. Kalau dalam ilmu psikologi dikatakan bahwa kita juga perlu duduk, tarik nafas, dan menyadari bahwa diri ini masih bernafas. Karena nafas adalah nikmat, maka hidup pun adalah kenikmatan yang harus dijalani tanpa harus terus menyalahkan keadaan. Kenapa saya jadi anak broken home, kenapa saya ditinggal Bapak, kenapa orang tua saya pisah, dan kenapa kenapa yang lain. Semakin kita mencari pembenaran, semakin kita tidak menerima kenyataan dan menyalahkan kondisi lalu berujung pada kondisi stres. Tidak jarang stres tersebut yang memicu seseorang untuk mengalami sakit mental.
Di sisi lain, menurutku, ada pentingnya juga untuk benar-benar memastikan apakah ketika menikah memang seseorang sudah siap lahir dan batin. Sebab menikah, memiliki keturunan, menambah keturunan, memiliki banyak sekali konsekuensi yang tidak bisa ditebak. Siap lahir batin artinya siap secara mental jasmani dan rohani. Ada banyak yang menikah kadang hanya karena pemenuhan biologis semata. Penting selesai nikah hanimun, menikmati masa romantis. Bukan hanya itu risiko menikah. Ada banyak hal lain, seperti kebutuhan finansial yang terus bertambah, masalah yang bisa terjadi kapan saja, hingga bagaimana kita mendidik anak. Aku kadang sedih, sedih banget kalau melihat orang menikah hanya untuk menikmati manis-manisnya saja. Sementara ketika pahitnya, dilimpahkan ke pasangan atau tidak menerima kenyataan pahit. Balik lagi bahwa hidup ini adalah runtutan sedih dan bahagia. Ketika kamu sedih, yakin aja bahwa kamu tidak selamanya menikmati kesedihan. Ketika bahagia juga sama, tidak selamanya kamu bahagia. Apalagi sedih dan bahagia bisa hadir dalam satu masa yang berdekatan.
Terus harus bagaimana?
Mari lebih menenangkan ego dan tidak kalah dengan tuntutan yang diberikannya. Mari membuka mata bahwa hidup ini adalah dua sisi tidak hanya mudah tetapi juga susah. Dan kita harus banyak belajar untuk bisa menyadari bahwa nafas ini adalah nikmat dan hidup ini adalah anugerah yang Tuhan berikan untuk kita. Kehidupan ini yang seharusnya dijalani dengan baik. Mari banyak belajar. Allah tidak mewajibkan kita bergelar, tapi belajar. Agar apa yang dilakukan terarah dan tidak menyakiti orang lain. Kalau menemukan orang yang berbeda dan tidak wajar, jangan langsung menjatuhkan sanksi sosial, akan tetapi cari tau kenapa dia berperilaku demikian. Belajar juga untuk self healing, menerima diri dengan penerimaan yang sesungguhnya. Calm down, belajar belajar dan belajar. Kita memang tidak bisa memilih akan terlahir dari keluarga seperti apa, tapi kita bisa memilih bagaimana bersikap dan menjaga sikap agar perilaku dan perkataan kita tidak menyakiti orang lain.

*Manusia itu hidup untuk memanusiakan orang lain. Tetap tegar dan menikmati hidup. Jangan menangis apalagi sampai menitikkan air mata untuk mengorbankan kewarasan. Berdamailah dengan diri sendiri dan berdamai dengan luka dunia adalah cara terbaik untuk bertumbuh dan menjadi manusia.

Kamis, 18 Juni 2020

Ujian Menjemput Rizki Saat Pandemi (Kilas Balik Ramadhan)


Kembali hadir pengajian jum’at bagi segenap karyawan di UM Pontianak. Akhirnya bisa bertemu saling tatap muka setelah sekian lama terkurung di rumah karena Korona. Betapa ternyata pertemuan saling tatap begitu berharga. Tulisan ini menjadi pengingat atas beberapa poin yang disampaikan Khatib dalam khutbah jum’at dan pengajian yang beliau isi setelahnya.

Disadari atau tidak, ternyata wabah ini menjadikan kita manusia menjadi cemas. Padahal dalam surat Al-Baqarah ayat 155 kalau tidak salah Allah menyebutkan bahwa Ia akan menguji manusia dengan sedikit ketakutan, kekurangan harta, jiwa, dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Kalau seandainya rizki itu hanya didapatkan oleh orang-orang pintar, maka barisan guru besar adalah orang paling kaya. Kalau misal rizki itu hanya didapatkan oleh orang besar, makan Presiden adalah orang paling kaya. Kalau rizki hanya mendatangi orang sukses, maka barisan orang dengan deretan gelar paling panjang adalah orang paling kaya. Tapi ternyata tidak, sebagaimana disebutkan dalam Qur’an, maka tidak ada satu hewan melata pun di bumi kecuali sudah Allah tentukan rizkinya. Rizki itu selalu tau siapa empunya. Cuma manusia yang kadang resah, takut, dan gelisah tidak mendapatkan rizki. Padahal Allah sudah atur rizkinya. Tinggal bagaimana mereka beriktiar untuk mendapatkan rizki tersebut.
Materi khutbah siang ini ternyata punya kilas balik dengan kisah yang banyak dialami manusia selama pandemi, termasuk aku. Ayat 155 tentang ujian yang Allah berikan tadi adalah salah satu dari 4 ayat paporit yang sering kubaca kalau sedang sholat. Tiga ayat yang lain adalah anjuran untuk bangun malam dan mengerjakan sholat tahajud, karena sadar betul bahwa do’a seusai tahajud akan sangat mudah didengar oleh Allah. Surat kedua adalah tentang berbakti kepada kedua orang tua. Sungguh, ini ayat terberat yang aku baca ketika sholat. Kalau di rumah, aku pasti menahan air mata. Tidak mungkin aku menangis di depan Emak, Ibu, atau Bapak. Tapi sungguh surat ini adalah petunjuk bagi kita setiap anak agar berbakti kepada orang tua dalam bagaimana pun keadaannya. Bahkan, meski mereka meminta kita untuk menduakan Allah, kita harus tetap berbuat ihsan kepada mereka. Berat, berat sekali. Apalagi saat orang tua sudah memasuki usia lanjut dan kita satu persatu sudah meninggalkan mereka karena alasan pekerjaan, keluarga, dan lainnya. Semoga kita menjadi bagian manusia yang tidak menyia-nyiakan untuk berbakti kepada orang tua ketika mereka masih ada.
Rizki, tahajud, berbakti kepada orang tua. Serta yang terakhir adalah ayat akhir dari surat Al-Baqarah, dimana Allah tidak akan menguji kita kecuali sesuai dengan kemampuan kita. Di balik semua ujian hidup, merasa tidak berdaya, sedih karena derita, dan bahagia yang menjadi ujian adalah bentuk kasih sayang Allah. Bahwa Ia tidak akan menguji manusia di luar batas kemampuan manusia tersebut. Kita sebagai manusia yang kadang kurang percaya terhadap apa yang disebutkan dan dijelaskan Allah.

Percaya sama Allah dan libatkanlah Allah dalam setiap keadaan agar hati menjadi tenang. Salah satu alasan kenapa rizki datang adalah karena keshalihan manusia. Serta, kenapa rizki suka pergi kadang adalah karena kita terlalu suka bermaksiat dan cinta dunia. Bahwa cinta dunia adalah pangkal dari segala kemaksiatan. Ah, Allah memang maha baik. Menghadirkan orang untuk memberikan rasa tenang meski sebenarnya hati sedang merasa hambar. Salah satu pesan khatib tadi adalah beradaptasi dengan setiap permasalahan hidup. Jangan langsung menghilangkan rasa sakit, tapi jadikan setiap rasa sakit sebagai ajang untuk belajar. Bahwa hidup ini adalah dua sisi proses sakit sehat, bahagia sedih, jatuh bangun, dan sebagainya. Agar kita tidak lupa bahwa sebenarnya nikmat terbesar adalah menyiapkan diri kita untuk menjemput rizki terbesar, yakni bertemu dengan Allah.

Kata Allah, walaupun kamu berlari untuk menghindari maut, tetapi rizkimu akan tetap hadir dan berlari kepadamu sekuat seperti engkau berlari untuk menghindari kematian. Yaa Allah, maafkan kami yang kadang terlalu ragu dan tidak sepenuhnya percaya kepadamu. Kami janji, bakal lebih belajar lagi arti mencitaimu sebagai segala-galanya dalam hidup.

Rabu, 27 Mei 2020

2 Jenis Manusia

Di dunia ini, hanya akan ada 2 jenis manusia. Pertama, mereka yang terlahir dengan balutan jiwa dan saldo kesabaran yang banyak. Sementara satu yang lain adalah mereka yang dilahirkan Tuhan ke dunia untuk menguji kesabaran.

Tentang Pulang

Pulang bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin yang penuh makna. Pulang adalah kata yang menyentuh hati, membawa kita kem...