Rabu, 25 September 2013

Sajak Sepi Keluhan Rindu



Ingin kutulis banyak kata, raga ini ingin bersapa
Oh Unisma, aku rindu jarum-jarum infus itu
Yang dulu pernah kau tancapkan di urat tanganku ini
Sakit? Tidak, bahkan aku sungguh menikmatinya…
Wahai Bandara Juanda, aku rindu pesan-pesan itu
Saat kau pasrahkan air mata hantarkan perjalanan panjangku
Sedih? Tidak, bahkan aku sungguh mengingatnya…
Duhai pondok indah, aku ingin aku kembali duduk manis seperti dulu
Berbaring manis di rindangnya pelupuk mataku
Kau kira aku bohong, sungguh jujur ini kuungkapkan
Wahai rindu yang kini singgah di ruang sempit
Seperti sempitnya potongan hariku
Banyak namamu disana
Dalam kardus mungil itu, kenanganmu tersimpan
Mengapa rintihan jiwamu mampu tutupi semua
Aku masih tak percaya, terlihat tegar namun begitu rapuh
Itulah kamu, siapa yang lain, kau hanya terdiam
Dan kini biarkan kusendiri
Menikmati hari berlalu dengan diam dan terpaku tanpamu
Lihat saja, nikmati saja, itu lebih dari cukup…

Di Ruang Tamu Desaku



Bulan, tadi malam kau tertutup awan
Tadi malam duniaku gelap tanpamu
Mereka mungkin sedang risau, pikirkan keluhku
Tangan ini tak lagi kuat menggenggam beban itu
Sekujur tubuhku sudah lelah, inginku istirahat panjang…
Dara jelita? Apa kabarmu disana?
Pedulikah kau akan sakitku ini?
Aku membutuhkan semangatmu kasih..
Kala bintang bersinar, akankah itu sinar darimu
Hawa dingin yang kurasa, apakah itu lambing sejuknya sikapmu..
Jangan, jangan, janganlah…..
Jangan seperti kupu-kupu
Hinggap manakala ada kembang…
Maukah kau seperti sungai?
Selalu mengalir hanya untuk satu arah, itu aku…
Akahkah arah itu? Benar aku?

Memori Banyuwangi (08 Agustus 2013)



Perjalanan syahdu belalaskan syukur
bertemu dengan wajah baru penuh tafakur
indahnya kebersamaan setelah waktu sahur
semua tuk penuhi si alur-alur...
Banyuwangi,
kau memang wangi
semerbak harum dari warna pelangi
Buatan Tuhan? jelas ini sungguh alami...
Banyuwangi,
kau sungguh menawan
membuat kenangan tak terlupakan
akan indahnya pertualangan
walau tak panjang namun sungguh berkesan...
Banyuwangi,
kau sungguh indah
bukti nyata nikmat Tuhan dalam titah
karena ini hempasan anugrah
kan jadi kenangan terindah...
kembali bersyukur pada pencipta Sang Suryaa
berikan segala nikmat dan cinta
di pojok rumah indah penuh ramah...

aku kau menghilang

Cemarakian menjauh, menghilang...
aku sendiri disini seperti kemarin
langit tak langi dengarkan keluhku
debit air kian sepi, tenang...
burung pun membisu ikuti jejakku
sudah terlalu jauh untuk mendekat
cerita kini tak lagi seperti dulu
sepi itu hanya milikku
ceria itu? kini menghilang...
saat deretan bangku itu terlihat kosong
bangunan megah yang seolah kian runtuh
tak mampu menahan beban berat
petang kini datang mendekat...
menjelang malam lalu kau menghilang...
akankah ditemani sang rembulan?
malam dengan bintang gemintang...
angin itu tersipu malu, melihatmu
enggan datang temani malamku
ketika malam kini kian larut..
kita kembali seperti dulu
tak kenal dan saling tahu
kita pernah bersatu
rotasi bumi semakin sempurna, kembali seperti semula
semua telah usai, saat ini..
aku, kau, kita menghilang sepi...

Selasa, 24 September 2013

Sapu tanganku



Hujan, kini kau datang, tiba temani hariku,..
Tak deras namun terdengar begitu jelas suaramu,
Sapu tangan kau dimana?
Dulu kau begitu berarti, terlalu sayang kau tuk ku buang,
Namun kini kau menghilang!
Siapa? pada siapa akan ku adukan kuyupnya bajuku,.
Kini kau dimana? Siapa yang membawamu pergi, tinggalkanku,.
Dulu, kau selalu ada tuk menyeka air mataku,
Walau dirimu harus basah,dingin, kau bagitu setia, dulu!
Harus ku tanggung sendiri kini bebanku,
Kau sudah tak seperti dulu,
Kadang kau hadir, datang temani mimpiku, malam itu, begitu jelas,..
Namun, wujudmu terlalu sering menghilang, terlalu sulit kurindukan
Kau istimewa, penuh tawa
Masih ingatku pesanmu dulu,
Setiap kita punya warna, penuh goresan  suka
Rasa bahagia, senyummu selalu ada
Namun adakah kau tau? Dengarkan aku!
Warnamu terlalu bercahaya, kau istimewa, harapku ending kita kan bahagia, penuh tawa, miss u
Sapu tanganku...

Senin, 23 September 2013

Untuk Masyarakat, Kami Murni Mengabdi



Jika mahasiswa memiliki tanggung jawab dalam masyarakat sebagai agen perubahan, mungkin benar, kali ini kami akan mewujudkan salah satu dari tiga pilar atau yang biasa dikenal dengan Tri Darma Perguruan Tinggi. Mengabdi mungkin memberikan banyak tantangan bagi kami. Namun, pengabdian ini akan menjadi jalan pembeda kami sebagai mahasiswa. Pengabdian kami kali ini adalah suatu perjalanan panjang dan menantang, karena kami akan menjalani proses ini selama sebulan di Dusun Wonorejo, Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Lihat! Kami 31 mahasiswa akan mengabdikan diri untuk membangun Dampit yang lebih sejahtera. Berikut perjalanan kami mengarungi medan pengabdian yang terkenal dengan surganya salak, yang menyimpan beraneka ragam kekayaan alam dan sangat terkenal hasil pertanian kopi yang sungguh melimpah.
Bertepatan dengan waktu libur semester genap yang merupakan waktu keberangkatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), kami 31 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang  tergabung dalam satu kelompok akan memutuskan untuk mengabdikan diri sepenuh hati bagi warga Desa Sukodono, Dampit. Sore itu langit terlihat cerah, cahaya sang surya masih saja tak mau pergi dari langit biru itu. Kegiatan yang pertama kali kami lakukan dalam agenda panjang pengabdian ini adalah Silaturrahmi Kesehatan atau yang biasa kami anak laskar 41 Dampit menyebutnya dengan sikes. Divisi Kesehatan Sosial Masyarakat (Kesosmas) membagi kami menjadi 4 kelompok untuk menjalankan program ini. Hari ini rekan-rekan juga terlihat begitu antusias untuk mengawali kegiatan ini. Tujuan agenda sikes ini adalah untuk melakukan konsultasi kesehatan gratis, edukasi terhadap penyakit yang di derita para masyarakat sekaligus melakukan tensi gratis.
Saksi perjuangan dalam pengabdian kami adalah jalanan bebatuan yang begitu terjal, tanah pegunungan, batu kerikil yang begitu menantang. Namun, selain harus menaklukan medan pengabdian, kami juga dimanjakan oleh panorama kebun yang luas, pepohonan kelapa yang rindang serta kebun kopi yang terhampar begitu hijau. Masyarakat desa ini menyambut kami dengan baik dan ramah, sehingga kami tidak menemui kesulitan berarti dalam menaklukan desa pengabdian yang tercinta ini.
Lusi Anisa, sebagai salah satu mahasiswa yang mengabdikan diri di Dampit yang ditemui di sela kesibukannya mengungkapkan bahwa kegiatan itu sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN, sekaligus bagi masyarakat sekitar. “Selain bisa mempraktikkan ilmu yang sudah diterima di bangku perkuliahan, sikes juga bisa menjadi pengisi waktu luang dan sarana mempererat silaturahmi dengan warga yang ada di desa,” tutur mahasiswa asal Kota Batu tersebut.
Hardi Alunaza, mahasiswa yang juga melakukan pengecekan tekanan darah masyarakat mengungkapkan bahwa warga di desa ini memiliki tekanan darah yang normal, namun ada juga yang memiliki tekanan darah tinggi. “Kebiasaan masyarakat disini adalah mengkonsumsi makanan bersantan dan makanan yang memiliki kadar asingb yang tinggi,” ungkap pria yang bercita-cita menjadi ahli farmakologi tersebut.
Rangkaian agenda pengabdian ternyata bukan hanya sebatas melaksanakan program sikes saja, melainkan juga terdapat agenda lain seperti penyuluhan cuci tangan, gosok gigi, dan pelatihan dokter kecil bagi siswa SD. Tiga rangkaian acara kami lakukan dalam suatu kesempatan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa SD untuk membiasakan hidup bersih dan sehat sejak dini. Peserta dari pelatihan dokter kecil nantinya kami akan menjadikan mereka sebagai pengurus UKS di sekolah, mengingat selama ini belum ada pengurus UKS yang tetap.
Sekolah ini memang menjadi saksi bahwa kegiatan yang kami laksanakan ini memberikan banyak manfaat bagi generasi penerus bangsa ini. Siswa terlihat begitu antusias mengikuti agenda kami kali ini, mereka sangat gembira dengan kedatangan kami yang memberikan ilmu baru bagi mereka, ilmu yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya. Jika sikes kami tujukan untuk masyarakat yang sudah berkeluarga, kami juga merangkul anak-anak yang ada di desa ini dengan memberikan pengetahuan bagi mereka dalam bidang pendidikan kesehatan.
Apresiasi yang tinggi juga ditunjukkan oleh Suparno, Kepala Sekolah SDN 02 Sukodono. Dalam sambutannya ketika pembukaan acar penyuluhan, Suparno mengaku senang dengan agenda yang berlansung selama sehari tersebut. “Kami pihak sekolah menyambut baik dan merasa senang dengan kegiatan yang diadakan rekan KKN 41 UMM, semoga bisa memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi semua siswa kami,” ungkapnya. Sikes dan penyuluhan kesehatan bagi siswa SD sengaja menjadi program kerja yang sangat kami utamakan, mengingat pengetahuan warga dan siswa dalam dunia kesehatan masih sangat minim di desa ini. Untuk itu, kami sebagai mahasiswa melakukan persiapan sebaik mungkin demi mendapatkan hasil yang baik dan maksimal di desa yang sangat kami cintai ini.

Tentang Pulang

Pulang bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin yang penuh makna. Pulang adalah kata yang menyentuh hati, membawa kita kem...