Jumat, 18 Oktober 2024

Kepentingan Indonesia dalam KTT ASEAN - Australia 2024

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia 2024 menjadi peristiwa penting bagi Indonesia sebagai anggota aktif ASEAN dan negara dengan peran strategis di kawasan. KTT ini tidak hanya menjadi ajang diplomasi rutin, tetapi merupakan kesempatan emas untuk memperdalam kerja sama dan mempromosikan kepentingan nasional dalam skema kerja sama regional yang lebih luas. Bagi Indonesia, KTT ini memiliki beberapa dimensi kepentingan yang krusial, mulai dari ekonomi, keamanan, hingga isu-isu sosial dan lingkungan.

Salah satu kepentingan utama Indonesia dalam KTT ASEAN-Australia adalah memperkuat hubungan ekonomi dan investasi. Australia merupakan salah satu mitra dagang utama untuk Indonesia, dengan potensi pasar yang besar untuk ekspor Indonesia serta sumber investasi yang signifikan. KTT ini menjadi momen strategis untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, terutama dalam memperluas akses pasar bagi produk Indonesia dan menarik investasi Australia ke sektor-sektor strategis, seperti energi terbarukan, teknologi digital, dan infrastruktur.

Penguatan hubungan ekonomi dan investasi antara Indonesia dan Australia dalam rangka KTT ASEAN-Australia 2024 merupakan sebuah agenda strategis yang berpotensi membawa manfaat signifikan bagi kedua negara. Sebagai dua ekonomi utama di kawasan Asia-Pasifik, kerja sama yang lebih dalam antara Indonesia dan Australia dapat membuka peluang baru, menciptakan pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat ketahanan ekonomi regional di tengah tantangan global yang kian kompleks. Salah satu fokus utama dalam penguatan hubungan ekonomi adalah peningkatan volume perdagangan bilateral. Indonesia dan Australia memiliki komplementaritas ekonomi yang kuat, di mana Indonesia dapat mengekspor berbagai produk seperti pertanian, perikanan, dan sumber daya alam. Sementara Australia memiliki keunggulan dalam bidang teknologi, pendidikan, dan jasa profesional. Memanfaatkan KTT ASEAN-Australia 2024 sebagai momentum untuk mengidentifikasi hambatan perdagangan dan bekerja sama dalam mengatasinya dapat membuka pintu untuk akses pasar yang lebih luas bagi kedua negara.

Investasi merupakan topik penting lainnya bagi Indonesia, dengan pasar domestik yang besar dan posisi strategis di ASEAN. Pada sektor ini, Indonesia dapat menawarkan peluang investasi yang menarik bagi perusahaan Australia, terutama di sektor infrastruktur, energi terbarukan, dan teknologi digital. Sebaliknya, Indonesia juga dapat memanfaatkan investasi dari Australia untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan infrastruktur serta pembangunan sumber daya manusia. Kerja sama investasi yang ditargetkan dan berkelanjutan dapat mendukung inisiatif pembangunan berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja.

Konektivitas dan infrastruktur merupakan fondasi penting bagi perdagangan dan investasi yang lancar. Dalam konteks ini, Indonesia dan Australia dapat bekerja sama dalam proyek-proyek infrastruktur, termasuk transportasi, logistik, dan teknologi informasi dan komunikasi. Peningkatan konektivitas ini tidak hanya akan memudahkan aliran barang dan jasa, tetapi juga memperkuat integrasi ekonomi dan sosial antara kedua negara.

Indonesia, dengan posisinya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kepentingan besar dalam menjaga stabilitas dan keamanan regional, termasuk keamanan maritim. KTT ASEAN-Australia menjadi platform penting untuk membahas isu keamanan bersama, seperti pemberantasan terorisme, kejahatan lintas negara, dan tantangan keamanan maritim di kawasan. Indonesia dapat memanfaatkan forum ini untuk mendorong kerja sama yang lebih erat dalam pengawasan dan perlindungan wilayah perairan, serta mengatasi isu-isu seperti pencurian ikan dan kerusakan lingkungan maritim.

Kepentingan Indonesia dalam KTT ini juga meluas ke isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan. Sebagai negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, Indonesia memiliki kepentingan strategis dalam mempromosikan kerja sama regional untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. KTT ASEAN-Australia dapat dijadikan sebagai ajang untuk mendorong inisiatif bersama, seperti pengembangan energi bersih, reboisasi, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Penguatan kolaborasi dalam isu perubahan iklim antara Indonesia dan Australia dalam KTT ASEAN-Australia 2024 adalah langkah strategis dan esensial dalam menghadapi salah satu tantangan global paling mendesak. Kedua negara menghadapi risiko dan dampak signifikan dari perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan air laut, kekeringan, dan kebakaran hutan. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat respons kedua negara terhadap perubahan iklim tetapi juga dapat menjadi model kerja sama iklim regional yang efektif. Salah satu area kolaborasi kunci adalah pengurangan emisi gas rumah kaca. Indonesia dan Australia dapat berbagi pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaan energi terbarukan, efisiensi energi, dan praktik pertanian berkelanjutan yang mengurangi emisi. Serta memanfaatkan proyek bersama, seperti pengembangan energi surya, angin, dan bioenergi, dapat diperluas. Australia, dengan keahliannya dalam teknologi energi terbarukan, dapat mendukung upaya Indonesia dalam transisi energinya, sementara Indonesia, dengan hutan tropisnya, dapat berkolaborasi dalam proyek penyerapan karbon.

Kolaborasi dapat mencakup pengelolaan sumber daya air, pengembangan pertanian tahan cuaca ekstrem, dan pembangunan infrastruktur yang resilien. Program pelatihan dan pertukaran pengetahuan tentang strategi adaptasi yang berhasil dapat meningkatkan kapasitas kedua negara untuk menghadapi perubahan iklim. Pengembangan dan penerapan teknologi inovatif memainkan peran penting dalam mengatasi perubahan iklim. Indonesia dan Australia dapat meningkatkan kerja sama dalam riset dan pengembangan teknologi iklim, seperti teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon, sistem peringatan dini untuk bencana alam, dan inovasi dalam teknologi pengelolaan limbah. Dukungan bersama untuk startup dan inisiatif teknologi hijau dapat mendorong inovasi dan pengembangan solusi iklim baru.

Di samping isu-isu ekonomi dan keamanan, kepentingan Indonesia dalam KTT ini juga mencakup pengembangan sosial dan pendidikan. Indonesia dapat memanfaatkan kerja sama dengan Australia untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, melalui program pertukaran pelajar, pelatihan vokasional, dan kerja sama riset. Peningkatan kapasitas ini penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan memperkuat daya saing di kancah global.

KTT ASEAN-Australia 2024 menawarkan peluang besar bagi Indonesia untuk mengadvokasi dan memajukan kepentingannya dalam berbagai bidang penting. Dengan memanfaatkan forum ini secara efektif, Indonesia tidak hanya dapat memperkuat hubungannya dengan Australia tetapi juga memainkan peran kunci dalam membentuk masa depan kawasan yang stabil, sejahtera, dan berkelanjutan. Keterlibatan aktif dan strategis dalam KTT ini merupakan langkah penting bagi Indonesia dalam memperkuat posisinya di kancah internasional.

 

Ibu, Mengapa Harus Ada Perpisahan?

 

Tiap kali mendengar orang bercerita tentang orang tuanya, entah itu ibu atau ayahnya, aku pasti tidak suka. Bukan tidak suka dengan cerita dari mereka. Tapi cerita mereka pasti membuat aku insecure. Aku kalah tiap kali mendengarkan kisah orang lain dengan orang tuanya. Perjalanan panjang 30 tahun tidak membuatku merasakan ada hal yang berbeda dari ibu. Dibesarkan di lingkungan pondok selama 6 tahun, merantau untuk kuliah selama 6 tahun. Lalu kemudian tinggal bersama ibu. Sepi karena di rumah hanya ada kami berdua. Seperti ada perasaan sedih tiap kali harus meninggalkan ibu pergi merantau. Tapi, kalau aku tidak pergi, ibu juga sedih melihatku hanya di rumah saja menemaninya. Baru terasa ketika menikah, beberapa tahun kemudian ibu masuk rumah sakit. Ibu sembuh, ia kembali ke rumah. Aku kira ibu akan menetap lebih lama di rumah. Tapi perasaanku sebagai anak laki-laki yang terlalu lama menjadi dewasa menimbulkan penyesalan yang tiada akhir. Ibu berpulang saat aku sedang di rantau dan aku tidak bisa langsung pulang, karena jarak.

Ah ibu, di satu sisi aku ingin banyak bercerita denganmu, tapi tahukah ibu, di saat itu, aku sedang berjuang mati-matian menemukan jati diri dan menjaga kesehatan mentalku, bu. Sekarang tiba-tiba aku rindu suasana ketika ibu biasanya menelponku, meminta dibelikan pulsa untuk HP kesayangan ibu. Kadang, saat aku sedang ada kelas mengajar, ibu menelpon dan meminta dikirimkan uang untuk membeli beras. Ibu, rindu sekali. Banyak sekali memori tentang ibu yang belum tuntas di dalam hidupku. Ibu, kenapa harus ada perpisahan?

Setiap anak pasti tidak pernah siap dengan perpisahan, bu. Apalagi berpisah dengan orang tuanya. Siapapun, pasti mereka tidak pernah siap dengan perpisahan, bu. Entah berpisah karena sudah berbeda alam, atau pun berpisah karena jarak. Ibu tahu, ketika duniaku sedang tidak baik-baik saja, ketika aku hancur dibuat oleh dunia, ketika aku sedang babak belur dengan kisah hidup ini, yang kurindukan adalah suara ibu. Ya, setiap setiap anak laki-laki yang merasakan babak belur dihajar dunia, pasti orang pertama yang mereka cari adalah ibunya. Ibu, ternyata belum siap aku kehilangmu. Belum sanggup aku untuk bisa jauh dari ibu. Rain fall, day gone. Banyak air mata yang ternyata harus terpaksa terjatuh setelah kepergianmu, bu. Sedihnya, aku merasakan kehilangan kedua sayapku ketika aku masih berjuang untuk bisa menjadi anak yang membanggakan kalian berdua. Dulu, di tahun 2013 bapak berpulang ketika aku masih duduk di semester 6 jenjang sarjana. Di masa pandemi lalu, ibu berpulang. Sehingga, aku benar-benar kehilangan kedua sayapku untuk bisa menjalani sisa-sisa hidup di dunia ini tanpa kalian.

Masih sedikit sekali bakti yang bisa kuberikan kepada ibu. Kadang tiba-tiba rindu, rindu sekali. Tapi harus ditahan, benar-benar menyesakkan, bu. Kenapa ya bu, Tuhan menciptakan perpisahan? Kita dulu sering berselisih perihal hidup. Tapi, ibu tiba-tiba pergi saja. Aku menyesal sekali, bu. Terlahir sebagai laki-laki, tapi tidak memahami tanda kepergianmu.

Alfatihah, untuk ibu yang sudah dulu berpulang. Rindu sekali, tapi semua rindu tidak akan pernah terobati. Sebab sayap-sayap itu telah lebih dulu pergi melanjutkan perjalanan ke alam selanjutnya. Ibu, tunggu ya, aku masih selalu mendo’akanmu di setiap habis sholatku. Setelah sholat malamku.

Makasih ya bu, untuk semua sujud yang pernah ibu lakukan untuk mendo’akan kesuksesan anak-anakmu. Ragamu memang sakit, tapi aku tahu do’amu selalu bisa mencakar langit. Kepergian ibu membuatku mengerti, bahwa rindu yang paling menyakitkan adalah merindukan seseorang yang telah tiada. Ragamu memang sudah tidak ada di sini, sudah tidak bisa kami jangkau. Tapi, ibu adalah motivasi terbesar aku bisa bertahan hingga saat ini.

Dear Allah!

Luaskan makam ibu, luaskan juga makam bapak. Luas makam keduanya. Ampuni dosa keduanya, mudahkan hisabnya, dan hindarkan keduanya dari siksa kubur. Tuhan, pertemukan lagi nanti kami di surga. Pertemukan kembali aku dengan ibu dan bapak.

Untuk siapa pun yang masih memiliki kedua orang tua, nikmatilah masa indah itu. Nikmatilah selagi bisa, sebelum perpisahan tiba. Sebab, ketika masa itu tiba, yang tersisa adalah penyesalan dan sedih yang tiada terkira.

Jika di dunia ini ada profesi tersulit, mungkin menjadi orang tua adalah profesi tersulit ya, bu. Tapi ibu hebat. Sebab dengan tangan ajaib ibu, aku bisa pergi keliling dunia. Bahkan, jika Allah memberikanku umur panjang, aku akan menjadi duta untuk kalian melihat dunia.

In memoriam ibu dan bapak yang sudah berpulang. Betapa aku merindukan kalian. Tapi rindu ini tidak akan pernah mendapatkan balasan.

Kali Keempat Untuk Takdir Terbaik

 

Aku bercerita tentang seorang perempuan yang dikenal oleh semesta dengan nama Cahaya. Kisah ini bermula ketika ia dan suami sepakat untuk tinggal bersama dan hidup di tanah rantau. Setiap anak pasti ingin membahagikan kedua orang tuanya di usia muda. Begitu juga dengan Cahaya. Ia sudah memutuskan untuk mengubur mimpi lamanya dalam-dalam setelah sadar bahwa menjadi dokter bukan merupakan takdir hidupnya. Minggu berganti minggu, hitungan bulan dan tahun akhirnya ia memiliki mimpi baru, menjadi seorang dosen. Ia kembali semangat menata hidup baru setelah menikah dengan seorang pria yang juga merupakan seorang dosen. Ia dan suaminya baru saja lulus dan keduanya berjuang untuk bisa menjadi abdi negara.

Kisah pertama terjadi di tahun 2018. Kembali ke bayangan dan memori yang terjadi enam tahun yang lalu. Kali pertama ia mengikuti seleksi menjadi seorang abdi negara yang sama sekali tidak ada persiapan. Seperti anak kemarin sore, ia dan suami asyik dengan kehidupan baru setelah menikah. Tidak kepikiran sama sekali untuk bisa langsung lulus di ujian percobaan pertama. Tentu sama seperti yang lain, Cahaya juga mengenakan hitam dan putih seragam khas yang selalu digunakan seseorang ketika akan mengikuti ujian. Saat itu ia sedang hamil, ada perasaan antara harus berjuang dan mengimbangi mood bawaan janin yang tidak menentu. Kali pertama usai dengan hasil yang belum sesuai harapan. Sedihnya untuk Cahaya, setelah percobaan kali pertama ini ia juga harus kehilangan janinnya. Sementara suaminya sedang berada di Vietnam kala itu. Berjuang seorang diri untuk bisa segera sehat dan menghilangkan segala sedih penuh rintih di malam yang begitu panjang.

Kisah kedua, terjadi di tahun 2021. Cahaya kembali dengan perjuangan yang sama dan kali ini mungkin sedikit lebih tenang. Sebab ia mendaftarkan diri di kampus lamanya. Biasanya jika mendaftar dan merupakan alumni, peluang untuk diterima lebih besar. Tapi kenyataan berbeda dengan yang dirasakan Cahaya. Ia tidak berada di urutan terbawah tetapi juga masih ada beberapa kandidat lain yang berada dengan nilai yang lebih tinggi di atasnya. Seperti ada rasa sedih dan kecewa tapi menjadi pengalaman berharga untuk Cahaya di tahun kedua percobaannya menjadi seorang abdi negara. Tapi lebih menyadarkan diri bahwa terlalu banyak berharap kepada manusia ujungnya pasti menyebabkan rasa sakit dan sedih tak terperi. Cahaya hanya butuh waktu saja, semua akan kembali seperti semula. Tentu, kejadian kisah yang kedua ini lebih akan menyadarkan Cahaya tentang harapan yang selama ini ia perjuangkan.

Kisah ketiga dalam perjalanan takdir Cahaya lebih tragis. Total tiga formasi dengan pendaftar hanya ada dua orang dengan hasil bahwa hanya Cahaya yang lulus di tes pertama. Tentu semua orang mengira bahwa ini adalah kesempatan emas baginya untuk bisa mewujudkan mimpinya. Tapi takdir berkata lain. Ia merasakan hal yang terjadi di luar batas nalar manusia. Ada hal yang berkecamuk di dalam dadanya. Perjalanan untuk bisa melaksanakan tes pertama pun tidak gampang untuknya. Ia harus menempuh perjalanan darat tujuh jam untuk bisa sampai di lokasi tes. Cahaya juga memiliki dua orang anak, sebelum pergi tes ia harus menyusui anaknya dan jatah belajar untuk menghadapi ujian seorang abdi negara tidak pernah ia lalui dengan maksimal. Baru saja mulai belajar, anak keduanya sudah berteriak minta ditemani untuk bisa tidur. Bangun tengah malam, kurang tidur, makan buru-buru, mandi diburu waktu. Begitulah segala perjuangan Cahaya di kali ketiga. Suaminya bahkan merasakan tekanan hidup selama 9 bulan lamanya memikirkan nasibnya. Pagi siang malam, setiap hari sang suami memikirkan bagaimana nanti nasib terbaik untuk Cahaya.

Kali keempat, Cahaya dengan kesedihan di kali ketiga yang belum usai kembali mencoba menawar ketentuan Tuhan. Tidak banyak harapan untuk kali keempat, tapi dengan do’a yang sama, semoga ibunya merestui perjuangannya. Sebab, kegagalan di kali pertama hingga ketiga bisa jadi karena ibunya yang belum merestui Cahaya untuk pergi merantau jauh dari kampung halamannya. Ada kejadian yang tidak bisa dilupakan dari perjuangan Cahaya di kali keempat. Cahaya khusus membayar hotel agar proses seleksinya berjalan lebih nyaman dengan jaringan internet yang lancar. Tapi setengah jam sebelum ujian, ia belum diizinkan untuk bisa masuk ke kamar hotel karena masih penuh. Hari berikutnya, jadwal ujian yang tiba-tiba maju satu jam lebih awal. Cahaya baru saja bergegas pergi mandi, tetapi terdengar kabar bahwa penguji sudah menunggunya di ruangan ujian. Kaki di kepala, kepala di kaki. Tapi, akhirnya di kali keempat Cahaya menemui takdir terbaiknya. Tepat di 11 Januari lalu, ia menerima kabar bahwa dirinya diterima sebagai seorang abdi negara. Bahagia, sedih, terharu, dan perasaan lain bercampur menjadi satu. Perjuangan panjang Cahaya akhirnya menemui titik terbaik. Titik yang juga ternyata diharapkan oleh ibu dan ayahnya. Kini Cahaya menemui mimpinya dan menjadi apa yang selama ini ia cita-citakan. Kebahagiaan menyelimuti keluarga kecilnya atas usahanya selama ini.   

Tentang Pulang

Pulang bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin yang penuh makna. Pulang adalah kata yang menyentuh hati, membawa kita kem...